Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label ROHANI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ROHANI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Februari 2016

Doa menyelamatkan....


Reade more >>

Minggu, 19 Mei 2013

RENUNGAN HARI RAYA PENTAKOSTA

Karunia Roh Kudus yang mana akan dianugerahkan dalam Pentakosta  ?
 
Oleh Pastor Felix Supranto, SS.CC
 
Pengajaran dan pujian-pujian  dalam komunitas PERDUKI Chapter Barat di Jakarta tiba-tiba memberikan pencerahan kepadaku atas pergulatan imanku mengenai pencurahan Roh Kudus pada Hari Raya Pentakosta. Pergulatan imanku  : “Jenis Karunia Roh Kudus yang mana yang akan kita terima dalam Pentakosta ?  Tujuh Karunia Roh Kudus (Yesaya 11:2)  yang kita mohonkan selama ‘Novena Roh Kudus’ ataukah Sembilan Karunia Roh Kudus (1 Kor 12:8-10) yang sering kita minta dalam ‘Seminar Hidup Baru Dalam Roh Kudus’ dan Retret Perutusan Kursus Evangelisasi Pribadi ?”.  
Ternyata keduanya tidak bertentangan, tetapi saling melengkapi untuk mencapai tujuan akhir hidup kita, yaitu surga. Tujuan dianugerahkan Tujuh Karunia Roh Kudus adalah membawa kekudusan.Fungsi Sembilan Karunia Roh Kudus adalah untuk pelayanan sebagai perbuatan/tindakan nyata dari kekudusan.  
Ketujuh Karunia Roh Kudus itu  :
Empat dari Tujuh Karunia Roh Kudus menyerpurnakan “akal budi kita”  :
1.      Roh Hikmat/Kebijaksanaan : Karunia Roh Kudus agar kita dapat menghargai,  mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi  dan melepaskan diri dari belenggu dosa.
2.      Roh Pengertian : Karunia Roh Kudus agar kita dapat memahani dan melaksanakan ajaran Tuhan Yesus.
3.      Roh Nasihat :  Karunia Roh Kudus agar kita dapat  melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.
4.      Roh Pengenalan akan Allah : Karunia Roh Kudus agar kita dapat mengetahui  bahwa apa yang ada di dunia ini bersifat sementara saja.
 
Keterangan : Pengertian memberikan kedalaman tentang kebenaran Allah. Kebijaksanaan menimbang hal-hal yang berhubungan dengan Allah. Pengenalan berhubungan dengan menimbang hal-hal yang menyangkut ciptaan. Nasihat mengarahkan tindakan kita.
Satu dari Tujuh Karunia Roh Kudus menyerpurnakan “Keinginan ” (Will)  :
 
5.      Roh Kesalehan : Karunia Roh Kudus agar kita dapat berbakti kepada Allah dan selalu bersyukur atas kebaikan-Nya.
 
Keterangan : Kesempurnaan Keinginan (Will) ditopang  dengan kesalehan yang membimbing kita  dalam hubungan yang mendalam dengan Allah.

Dua dari Tujuh Karunia Roh Kudus menyerpurnakan “indra  ” (Will)  :
6.      Roh Keperkasaan : Karunia Roh Kudus agar kita dapat tabah menghadapi kesulitan dan derita.
7.      Roh Takut akan Tuhan : Karunia Roh Kudus agar senantiasa melakukan hal-hal yang berkenan kepada Allah.
 
Keterangan : Kesempurnaan indra ditopang dengan keperkasaan dan rasa takut akan Tuhan. Keperkasaan memberikan kekuatan dalam menghadapi kesulitan untuk mencapai kesempurnaan rohani. Roh takut akan Tuhan mengarahkan segala indra kita kepada Tuhan dan membatasi diri kita atas hal-hal yang bersifat duniawi.
Kalau kita melihat tingkatannya, maka urutannya dari yang paling tinggi adalah: kebijaksanaan, pengertian, pengenalan, nasihat, kesalehan, keperkasaan dan takut akan Tuhan.
Kekudusan terungkap dalam kasih yang semakin hari semakin bertumbuh. Kasih tampak dalam gejolak ingin melayani. Tuhan melengkapinya dengan sembilan Karunia Roh Kudus. Sembilan Karunia Roh Kudus ini lebih tepat disebut dengan pemberian-pembiraan/karunia-karunia rohani (Pneumatika) seperti yang dikatakan oleh Paulus. Pemberian-pemberian rohani ini dianugerahkan bukan demi gengsi dan kemegahan diri tetapi untuk  pelayanan bersama. Setiap anggota Tubuh Kristus ini mempunyai satu atau dua anugerah rohani yang menjadi  satu harmoni/irama dalam pelayanan demi kepentingan bersama dan kemuliaan Tuhan : “Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama” (1 Kor 12:7).  Sembilan Karunia/Pemberian Rohani itu :
 
Karunia-Karunia Rohani Kuasa :
 
1.      Iman : Karunia iman agar dapat menerima mukjizat bagi dirinya.
2.      Menyembuhkan : Karunia iman agar  dapat menyembuhkan orang-orang sakit.
3.      Mengadakan mujizat : Karunia iman agar dapat mengerjakan mukjizat bagi orang lain.
 
Karunia-Karunia Rohani Pewahyuan : 
 
4.      Berkata-kata dengan hikmat : Sebagian kecil dari pengetahuan Allah yang dikaruniakan untuk mengetahui kejadian di masa depan.
5.      Berkata-kata dengan pengetahuan : Sebagian kecil dari pengetahuan Allah yang dikaruniakan untuk mendapatkan informasi di masa lampau atau kini.
6.      Membedakan bermacam-macam roh : Mengenali roh yang sedang menekan, yaitu apakah roh iblis atau suara Tuhan. Ingat : ini bukan karunia mengkritik atau menilai orang lain.
 
Karunia-Karunia Rohani Ucapan :
 
7.      Bernubuat : karunia adikodrati untuk berbicara dengan ilham Allah yang membangun, menasihati, dan menghibur.
8.      Berkata-kata dengan bahasa Roh : Kemampuan adikodrati untuk berbicara dalam bahasa  yang tidak diketahui oleh orang yang berbahasa Roh itu.
9.      Menafsirkan bahasa Roh : Kemampuan adikodrati untuk menafsirkan bahasa Roh itu yang bentuknya pengajaran, peringatan, dan penghiburan.
 
Pada Hari Raya Pentakosta, kita mohon agar ketujuh karunia Roh Kudus yang kita terima dalam pembaptisan disegarkan kembali sehingga kita mencapai kekudusan yang merupakan jalan kepada keselamatan dan secara otomatis Tuhan akan menganugerahkan karunia-karunia rohani yang dibutuhkan dalam pelayanan. Jadi, jangan kebalik dengan tekanan memohon sembilan karunia rohani dan Tuhan akan menganugerahkan  ketujuh karunia Roh Kudus yang sering salah kaprah dalam retret-retret. Ini bahaya karena akan jatuh dalam kebanggaan duniawi  dengan sebutan sebagai “Penyembuh”  dan “Orang yang berbahasa Roh”. Karunia-karunia rohani ini bersifat sementara karena dianugerahkan Tuhan sesuai dengan keadaan pelayanan. Kita hari ini bisa saja dianugerahi Tuhan karunia menyembuhkan dan besok berganti dengan karunia berkata-kata hikmat sesuai dengan jenis pelayanan kita.  Yang utama pada Hari Pentakosta ini : Kita memberikan kesempatan bagi Roh Kudus yang ada dalam hati kita untuk semakin bertumbuh dan berkarya secara lebih dahsyat sehingga karunia-Nya akan semakin nyata dalam kehidupan kita. Kita harus terus menerus memohon daya/kekuatan Roh Kudus dalam kehidupan kita.  Tuhan memberkati.
 
 
Kawan-Kawan yang dikasihi Tuhan. Tuhan menawarkan hati-Nya kepada kita
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu” (Matius 11:28)
Reade more >>

Kamis, 24 Januari 2013

LAGU "CANTATE" : PASTOR DR. JOSEPH ANSOW PR

Profil Pencipta


Ia adalah imam Keuskupan Manado, kelahiran 19 Maret 1960. Pendidikan imamatnya  ditempuh di Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng, Manado. Tahbisan Imamat diterimanya pada tanggal 28 Juni 1986.

Studi lanjut diselesaikannya sampai  meraih gelar Doktor pada Fakultas Ilmu Pendidikan di Pontificia Studiorum Universitas Salesiana, Roma, Italia.

Selain berkarya sebagai Dosen di STF-SP, Pastor Yo  yang mempunyai minat dalam musik gereja ini, terus berkreasi menciptakan lagu-lagu Ordinarium Missae dan lagu-lagu rohani lainnya.

Buah karyanya telah disatukan dalam buku CANTATE, yang secara khusus memuat lagu-lagu ordinarium misa yang diciptakannya, dengan penata suara Bapak Franco Eduardo Palit, yang diterbitkan ulang oleh Penerbit Cahaya Pineleng pada tahun 2009 (tahun 2010 ini juga sedang disiapkan cetak ulang lagi). Lagu-lagu dalam album CD CANTATE 2 ini juga diambil dari koleksi ciptaannya tersebut.


Pastor Joseph Ansow Pr. Pencipta 11 thema lagu Ordinarium Misa pada buku CANTATE. 6 Thema Lagu sudah di albumkan dalam 2 seri Album CD .

CD LAGU ORDINARIUM MISA "CANTATE 2" - KATA PENGANTAR OLEH DIREKTUR "OBOR"


Komisi Komsos Keuskupan Manado telah merintis terbitnya CANTATE  yaitu CD lagu-lagu ordinarium berbahasa Latin karya Pastor Joseph Ansow. Ada tiga tema misa yang dipilih untuk dinyanyikan di dalam CD  Cantate seri pertama ini.
Reade more >>

Jumat, 04 Januari 2013

PRINSIP-PRINSIP AJARAN SOSIAL GEREJA


(Suatu pengantar diskusi ASG)

Oleh:
Martino Rengkuan, S.Pd.

PENGANTAR
Awalnya saya diminta oleh panitia SC untuk memberikan materi mengenai Ajaran Sosial Gereja (ASG), namun karena saya melihat bahwa topik tersebut terlalu banyak dan tentunya dari segi efektifitas waktu sangat tidak cukup untuk membahas ASG dalam arti yang luas tersebut dalam kesempatan yang sangat sempit ini. Oleh karena itu dengan tidak bermaksud wanprestasi terhadap permintaan Panitia SC, maka saya membuat materi yang lebih sederhana dan singkat walau sangat disadari bahwa hal ini justru mempersempit atau memiskinkan kekayaan nilai-nilai ASG yang tersebar dalam berbagai dokumen ASG itu sendiri. Dalam bahasan ini saya akan berbicara mengenai Prinsip-Prinsip ASG, dan lebih penting lagi adalah apakah prinsip-prinsip ini juga merupakan prinsip-prinsip yang diperjuangkan oleh Pemuda Katolik?
Reade more >>